Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts

Tuesday, February 6, 2018

Definisi, Fungsi dan Peranan Manajamen Sumber Daya Manusia

Raden Roro Lita Sagita
Fajri Dwi Marlyansah
Muhammad Said

 







Definisi, Fungsi dan Peranan Manajamen Sumber Daya Manusia

Perbankan Syariah Kelas G

Universitas Islam Negeri Mataram


A.     Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) berhubungan dengan sistem rancangan formal  dalam suatu organisasi untuk menentukan efektivitas dan efisiensi untuk mewujudkan sasaran suatu organisasi .
Bahwa “ Sumberdaya manusia harus didefinisikan bukan dengan apa yang sumber daya manusia lakukan , tetapi apa yang sumber daya manusia hasilkan” [1]
Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yaitu Men,Money,Methode,Materials,Machines dan Market. Unsur men (manusia) berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang di sebut manajemen sumber daya manusia atau disingkat MSDM yang merupakan terjemahan dari man power management [2]. Manajemen sumber daya manusia adalah pengembangan dan pemanfaatan personil (pegawai) bagi pencapaian yang efektif mengenai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan individu, organisasi ,masyarakat nasioanal , dan internasioanal. [3]
            Manajemen sumber daya manusia merupakan konsep luas tentang filosofi , kebijakan, prosedur , dan praktik yang di gunakan untuk mengelola individu atau manusia melalui organisasi. Penggunaan konsep dan sistem sumber daya manusia adalah kontrol secara sistematis dari proses jaringan fundamental organisasiyang mempengaruhi dan melibatkan semua individu dalam organisasi , termasuk proses perencanaan dan pengembangan , reprensetasi dan perlindungan tenaga kerja serta pengembangan organisasi.[4]
manajemen sumber daya manusia  merupakan suatu proses perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan , pemberian kompensasi,pengintegrasian,pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu ,organisasi dan masyarakat.”.
            Drs .Malayu S.P Hasibuan  : MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan , karyawan , dan masyarakat.[5]


B.   Fungsi MSDM

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Adapun Fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Menurut Cherrington (1995:11) yaitu :
a. Staffing/Employment
Fungsi ini terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. Sebenarnya para manajer bertanggung jawab untuk mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia. Dengan semakin berkembangnya perusahaan, para manajer menjadi lebih tergantung pada departemen sumber daya manusia untuk mengumpulkan informasi mengenai komposisi dan keterampilan tenaga kerja saat ini.

Meskipun penarikan tenaga kerja dilakukan sepenuhnya oleh departemen sumber daya manusia, departemen lain tetap terlibat dengan menyediakan deskripsi dari spesifikasi pekerjaan untuk membantu proses penarikan.

Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia untuk pengadaan tenaga kerja ini semakin meningkat dengan adanya hukum tentang kesempatan kerja yang sama dan berbagai syarat yang diperlukan perusahaan.
b. Performance Evaluation
Departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan.

Departemen sumber daya manusia juga perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.
c. Compensation
Dalam hal kompensasi/reward dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab  untuk mengembangkan struktur gaji yang baik.
Sistem kompensasi yang memerlukan keseimbangan antara pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja. Pembayaran meliputi gaji, bonus, insentif, dan pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan. Manfaat meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, cuti, dan sebagainya. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kompensasi yang diberikan bersifat kompetitif diantara perusahaan yang sejenis, adil, sesuai. dengan hukum yang berlaku (misalnya:UMR), dan memberikan motivasi.
d. Training and Development
Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya, menciptakan program pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan dan pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahaan akan program pelatihan dan pengembangan, serta mengevaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja Tanggung jawab ini membantu restrukturisasi perusahaan dan memberikan solusi terhadap konflik yang terjadi dalam perusahaan.

e. Employe Relations
Dalam perusahaan yang memiliki serikat pekerja, departemen sumber daya manusia berperan aktif dalam melakukan negosiasi dan mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat pekerja. Membantu perusahaan menghadapi serikat pekerja merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia. Setelah persetujuan disepakati, departemen sumber daya manusia membantu para manajer tentang bagaimana mengurus persetujuan tersebut dan menghindari keluhan yang lebih banyak.

Tanggung jawab utama departemen sumber daya manusia adalah untuk menghindari praktek-praktek yang tidak sehat (misalnya: mogok kerja, demonstrasi). Dalam perusahaan yang tidak memiliki serikat kerja, departemen sumber daya manusia dibutuhkan untuk terlibat dalam hubungan karyawan. Secara umum, para karyawan tidak bergabung dengan serikat kerja jika gaji mereka cukup memadai dan mereka percaya bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kebutuhan mereka.


Departemen sumber daya manusia dalam hal ini perlu memastikan apakah para karyawan diperlakukan secara baik dan apakah ada cara yang baik dan jelas untuk mengatasi keluhan. Setiap perusahaan, baik yang memiliki serikat pekerja atau tidak, memerlukan suatu cara yang tegas untuk meningkatkan kedisiplinan serta mengatasi keluhan dalam upaya mengatasi permasalahan dan melindungi tenaga kerja.
f. Safety and Health
Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja secara umum. Departemen sumber daya manusia mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja.
g. Personnel Research
Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahaan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh departemen sumber daya manusia adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan penyebab ketidakpuasan tenaga kerja. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai apakah kebijakan yang sudah ada perlu diadakan perubahan atau tidak.
Secara garis besar, ada sembilan fungsi manajemen sumber daya manusia di sebuah perusahaan/ bisnis, diantaranya adalah:
1.      Melakukan Perencanaan SDM (Planning)
Poin pertama fungsi perencanaan manajemen sumber daya manusia adalah membuat perencanaan yang berkaitan dengan permintaan (demand) dan penawaran (supply) terhadap tenaga kerja bagi perusahaan.
2.       Melakukan Rekrutmen (Recruitment)
Rekrutmen adalah proses pencarian dan memanggil calon pegawai yang punya kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
3.      Melakukan Seleksi (Selection)
Seleksi tenaga kerja adalah proses menemukan tenaga kerja yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan/ bisnis, dari sekian banyak kandidat yang melamar. Proses seleksi ini mencakup; menerima surat lamaran kerja, menelaah setiap surat lamaran, interview dan uji seleksi, dan menentukan tenaga kerja yang paling tepat.
4.      Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan (Induksi)
Orientasi adalah proses memperkenalkan area kerja dan perusahaan kepada tenaga kerja terpilih. Selain itu, proses ini juga diikuti dengan pengenalan peraturan perusahaan, dan juga memperkenalkan kepada tenaga kerja lainnya.
Pelatihan dan pengembangan adalah proses training atau pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan oleh si pegawai. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan penguasaan ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci, dan rutin. Sedangkan tujuan pengembangan adalah memperbaiki serta meningkatkan pengetahuan tenaga kerja, kemampuan sumber daya manusia, sikap, etos kerja dan kepribadian.
5.      Melakukan Evaluasi Kinerja (Evaluation)
Proses evaluasi kinerja bertujuan untuk memonitor dan melakukan evaluasi terhadap cara kerja si pegawai. Proses evaluasi kinerja ini tidak bisa dipisahkan dari fungsi manajemen SDM lainnya.
6.      Memberikan Kompensasi (Compensation)
Kompensasi adalah pemberian reward atas jasa, baik secara langsung maupun tidak langsung yang berbentuk barang maupun uang kepada seorang karyawan. Pemberian kompensasi ini dilakukan secara adil dan layak sesuai dengan tanggung jawab dan prestasi si tenaga kerja.
7.         Pengintegrasian (Integration)
Integrasi adalah upaya untuk menyelaraskan antara kepentingan individu, organisasi, perusahaan, dan masyarakat. Untuk bisa melakukan ini dibutuhkan pemahaman sikap prinsip-prinsip kepegawaian.
8.         Melakukan Pemeliharaan (Maintenance)
Proses pemeliharaan ini adalah aktivitas untuk menjaga dan meningkatkan kondisi mental, fisik, dan loyalitas tenaga kerja sehingga tercipta kerjasama yang panjang antara perusahaan dan pegawai.
9.         Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (Separation)
Usaha terakhir dari fungsi manajemen SDM adalah melakukan tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan karyawannya ke lingkungan masyarakat dalam kondisi sebaik mungkin. Pemberhentian hubungan kerja (PHK) ini terjadi disebabkan oleh sesuatu yang membuat hak dan kewajiban antara perusahaan dan tenaga kerja berakhir

C.   Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia
Meningkatnya peran manajemen sumber daya manusia di sebabkan oleh keyakinan organisasi akan perannya yang strategis demi kesuksesan organisasi.
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan mewujudkan hasil tertentu melalui kegiatan orang-orang. Hal ini berarti bahwa sumber daya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen.[6]
MSDM mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan beradasarkan job description , job spesification , job requirement ,  dan  job evaluation
2.      Menetapkan penarikan , seleksi , dan penempatan karyawan berdasarkan asas the right man in the right place and the right man in the right job
3.      Menetapkan program kesejahteraan , pengembangan , promosi, dan pemberhentian.
4.      Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada masa yang akan datang.
5.      Meperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan pada khusunya.
6.      Memonitor dengan cermat undang-undang pemburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan sejenis.
7.      Memonitor kemajuan teknik dan perekembangan serikat buruh.
8.      Melaksanakan pendidikan , latihan , dan penilaian prestasi karyawan.
9.      Mengatatur mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal .
10.  Mengatur pensiun , pemberhentian , dan pesangonnya
Adapun peran sumber daya manusia dalam organisasi menurut buku  Ike kusdyah  di bagi menjadi tiga (3)
1.      Peran Administrasi Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran ini difokuskan pada pemerosesan dan penyimpanan data, meliputi penyimpanan database dan arsip pegawai, proses klaim keuntungan, kebijakan organisasi tentang program pemeliharaan dan kesejahteraan pegawai , pengumpulan dokumen, dan sebagainya .
Namun hal ini menimbulkan anggapana bahwa sumber daya manusia  hanya sebagai alat pengumpul kertas dokumen saja. Jika hanya peran administrasi seperti ini maka sumber daya manusia hanya di pandang dari dimensi klerikal dan kontributor administrasi hierarki bahwa pada organisasi.
            Peran administrasi pada beberapa organisasi dilakukan oleh pihak ketiga di luar organisasi (outsourcing) daripada dilakukan sendiri oleh organisasi. Bahkan teknologi semakin berperan besar dan dilibatkan dalam mengototomatiskan pekerjaan yang bersifat administratif.
2.      Peran Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran ini lebih bersifat taktis , meliputi pemerosesan lamaran pekerjaan, proses seleksi dan wawancara , kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan, peluang, bekerja dengan kondisi baik , pelatihan dan pengembangan program  K3, dan sistem kompensasi. Banyak aktivitas yang harus dilakukan dengan melibatkan koordinasi dengan para manajer dan supervisor di semua jenjang organisasi. Penekanan pada operasional masih banyak terjadi di beberapa organisasi sebab keterbatasan kemampuan individu dan penolakan manajemn puncak terhadap peran sumber daya manusia makin besar
3.      Peran Strategis Manajemen Sumber Daya Manusia
Keunggulan kompetitif dari unsur sumber daya manusia merupakan kelebihan yang dimiliki oleh peran ini. Peran strategis ini menekankan bahwa orang-orang dalam organisasi merupakan sumber daya manusia dapat berperan strategis maka harus fokus pada masalah-masalah dan implikasi sumber daya manusia jangka panjang. Bagaimana perubahan  kependudukan tenaga kerja dan kekurangan tenaga kerja akan mempengaruhi organisasi dan cara apa yang akan di gunkan untuk menyiasati masalah kekurangan ini.





DAFTAR PUSTAKA
1.      Gomes, Faustino Cardoso. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta : Penerbit Andi
2.      Hasibuan, Malayu S.P.2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
3.      Rachmawati, Ike Kusdyah.2003.Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta: Penerbit Andi
4.       http://www.kajianpustaka.com/2016/02/pengertian-dan-fungsi-manajemen-sumber-daya-manusia.html  di akses Tanggal 18 September 2017 Pukul 22.24 Wita
5.       https://www.maxmanroe.com/manajemen-sdm.html  di akses Tanggal 18 September 2017 Pukul 22.24 Wita




[1] Ike Khusdyah Rachmawati,Manajemen sumber daya manusia ( Yogyakarta:Penerbit Andi Yogyakarta,2008), hal.1
[2] Ibid,hal 1
[3] Faustino Cardoso Gomes , manajemen sumber daya manusia ( Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta ,2003),hal .5
[4] Op.cit,hal 2
[5] Malayu S.P. Hasibuan,Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: bumi aksara , juli 2014), hal.10
[6] Malayu S.P Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia , ( Jakarta: Bumi Akasara, juli 2014) , hal.14

Makalah Pasar Persaingan Sempurna

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dari pandangan Pembeli , yang dinamakan pasar adalah kumpulan perusahaan yang produk tertentunya dapat dibeli. Dari pandangan penjual yang dinamakan pasar adalah kumpulan pembeli yang menjadi sasaran penjualan produk tertentu. [1]
            Satu kelompok perusahaan yang memproduksi produk tertentu atau sekelompok produk yang saling  berkaitan di sebut industri. Perhatikan bahwa kurva permintaan pasar untuk produk tertentu adalah kurva permintaan yang di hadapi oleh sebuah industri yang menghasilkan produk tersebut. [2] Jika para manajer suatu perusahaan memutuskan untuk membuat produk dan menjualnya mereka perlu mengetahui berapa jumlah produk yang dapat dijualnya pada berbagai tingkat harga yang di kenakan pada produknya. Dengan demikian mereka tidak begitu banyak berkepentingan dengan kurva permintaan pasar atas produk industri mereka seperti kepentingan mereka dengan kurva permintaan perusahaan sendiri atas produk tersebut. Dua abad yang lalu , Adam Smith menyatakan bahwa, melalui kerja dari tangan yang tak terlihat , mereka mengejar kepentingan sendiri dalam ekonomi yang kompetitif akan mengembangkan kepnetingan publik dengan cara yang efektif. Konsep ini bahwa kekacauan dan kekasaran dari persaingan pasar merupakan dorongan yang kuat untuk menaikkan hasil produksi dan standar hidup merupakan salah satu gagasan yang paling kuat dalam sejarah. [3]
di bawah kondisi yang terbatas termasuk persaingan sempurna , ekonomi pasar akan menunjukkan efesiensi alokatif. Dalam sistem semacam ini , ekonomi sebagai satu kesatuan bersifat efisien , dan tidak seorang pun dapat menjadi lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi buruk” [4]
Kita telah melihat bersama bahwa para pakar ekonomi merumuskan struktur pasar untuk menetukan berbagai karakteristik yang akan berpengaruh pada perilaku dan hasil kerja perusahaan yang menjual di pasar tersebut. karakteristik ini menetukan , antara lain , hubungan antara kurva permintaan pasar dari produk industri dan kuva permintaan yang dihadapi oleh setiap perusahaan dalam industri tersebut.
Jumlah pennjualan dan hakikat produk merupakan aspek yang penting dalam struktur pasar. Ada juga ciri lainnya yang mudah masuk ke industri ciri dan jumlah produk yang dihasilkan perusahaan, serta kemampuan perusahaan mempengaruhi permintaan dengan cara advertasi.[5]
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Karakteristik pasar persaingan sempurna??
2.      Permintaan dan Penerimaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna ?
3.      Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek ?
4.      Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang?
5.      Penawaran Perusahaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna?
6.      Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna?
C.     TUJUAN

1.      Memahami Karakteristik pasar persaingan sempurna??
2.      Memahami Permintaan dan Penerimaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna ?
3.      Memahami Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek ?
4.      Memahami Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang?
5.      Memahami Penawaran Perusahaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna?
6.      Memahami dan mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan
Sempurna?














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pasar persaingan sempurna
Yang di maksud pasar persaingan sempurna di dalam teori ekonomi mikro pada umumnya adalah suatu pasar yang ditandai oleh tidak adanya sama sekali persaingan yang bersifat pribadi (rivalry) di antara perusahaan-perusahaan individu yang ada di dalamnya. Jadi dengan demikian pengertian persaingan sempurna di dalam teori ekonomi berbeda dengan pengertian di dalam bahasa sehari-hari. Di dalam pengertian bahasa sehari-hari persaingan berarti persaingan antar pribadi(rivalry), sedang dalam teori ekonomi persaingan berarti tidak adanya persaingan langsung antar pribadi (perfectcompetition).[6]
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal , karena di anggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Dalam analisis  ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menetukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna murni, yaitu yang ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati ciri-cirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan di sektor pertanian.
Namun demikian,  walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak terwujud di dalam praktek, adalah sangat penting untuk mempelajari tentang corak kegiatan perusahaan dalam persaingan sempurna. Pengetahuan mengenai keadan persaingan sempurna dapat dijadikan landasan di dalam membuat perbandingan dengan ketiga jenis struktur pasar lainnya. Disamping itu analisis ke atas persaingan sempurna adalah suatu permulaan yang baik dalam mempelajari cara-cara perusahaan menentukan harga dan produksi di dalam usaha mereka untuk mencari keuntungan yang maksimum.[7]




B.     Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli , dan setiap penjual pun membeli tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar.[8] Karakteristik selngkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah :
1.      Perusahaan Adalah Pengambil Harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menetukan atau mengubah harga pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam pasar , ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar di tentukan oleh interaksi di antar keseluruhan produsen  dan keseluruhan pembeli . seorang produsen adalah terlalu kecil peranannya di dalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi di pasar. Peranannya yang sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang di ciptakan seorang produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan akan diperjualbelikan. [9]

2.      Setiap Perusahaan Mudah Ke Luar atau Masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian,dan ingin meninggalkan industri tersebut , langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan , baik secara legal atau dalam bentuk lain secara keuangan atau kemampuan teknologi , misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.[10]
3.      Menghasilkan Barang Serupa (Homogin)
Barang yang bersifat homogin artinya persis sama antara yang satu dengan yang lain baik tehnis maupun non tehnis. Antara barang yang satu dengan yang lain dapat menggantikan secara sempurna di dalam penggunaannya.[11]
Barang yang di hasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata di antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa sehingga pembeli tidak dapat membedakan  yang mana yang dihasilkan produsen A atau B atau podusen lainya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepada barang yang dihasilkan produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari sifat ini , tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition  yaitu persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
4.      Terdapat Banyak Perusahaan di Pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek , yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relatif kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibat nya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan , seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.
5.      Pembeli Mempunyai Pengetahuan Sempurna Mengenai Pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan pasar di pasar , yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tingi dari yang berlaku di pasar
C.     Permintaan Dan Penerimaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna
Di dalam menganalisis usaha suatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan , dua hal harus diperhatikan.
-          Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
-          Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu
Ciri pertama dari pasar persaingan sempurna setiap perusahaan adalah pengambil harga , yaitu suatu perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga. Interaksi seluruh produsen dan seluruh pembeli di pasar yang akan menetukan harga pasar , dan seorang produsen hanya “menerima” saja harga yang sudah ditentukan tersebut. [12]
Inti nya Perusahaan adalah sebagai pengambil harga, yaitu sebuah perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga.. Hal ini menunjukkan seberapa banyak pun barang yang diproduksikan dan dijual oleh produsen, ia tidak dapat mengubah harga yang telah ditentukan pasar, karena jumlah yang diproduksikan hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang diperjualbelikan di pasar.


P
 

D
 
permintaan yang di hadapi perusahaan dan pasar

d
 

d
 

300
 

30000
 
P

3000
 

Q
 
 






200000
 
                                                      Q
                                                       

(ii) Pasar
 

(i)perusahaan
 
                  

Gambar di atas (ii) menunjukkan permintaan dan penawaran ke atas barang yang dihasilkan perusahaan perusahaan dalam suatu pasar persaingan sempurna. Dapat dilihat bahwa harga pasar tercapai adalah Rp.3000, dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah 200000 unit. Dalam kurva (i) ditunjukkan permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam industri tersebut. Kurva permintaan yang di hadapi oleh suatu perusahaan dalam industri tersebut. Kurva permintaan dd adalah berbentuk satu garis yang sejajar dengan sumbu datar , dan tingkat harga di capai adalah Rp.3000. Kurva dd adalah bersifat elastis sempurna karena dua alasan. Yang pertama , hasil produksi perusahaan tersebut adalah serupa dengan perusahaan-perusahaan lain dalam industri itu, dengan demikian  apabila perusahaan tersebut menaikkan harga hasil produksinya ,tidak satupun dari hasil produksinya yang akan terjual. Para konsumen akan membeli dari perusahaan lain. Alasan kedua , oleh karena produksi perusahaan tersebut adalah sebagian kecil saja dari yang diperjualbelikan di pasar,perusahaan tersebut dapat menjual seluruh produksinya pada harga Rp.3000,. Sumbu datar dari gambar (i) menunjukkan bahwa produksi perusahaan itu adalah jauh lebih kecil dari jumlah barng yang diperjualbelikan di pasar. Karena perusahaan itu dapat menjual semua hasil produksinya , tidak ada alasan kepada perusahaan untuk menurunkan harga barangnya.[13]
HASIL PENJUALAN MARJINAL, RATA-RATA DAN TOTAL
·         Hasil Penjualan Rata-rata(AR)
            Kurva permintaan pada dasarnya digambarkan dengan tujuan untuk menjelaskan tentang jumlah permintaan terhadap suatu barang pada berbagai tingkat harga. Di samping itu, di dalam menganalisis kegiatan perusahaan ia menunjukkan pula hasil penjualan rata-rata yang diterima produsen pada berbagai tingkat produksinya.[14]
·         Hasil Penjualan Marginal(MR)
            Satu konsep mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuh diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjumlahan marginal(MRàMarginal Revenue), yaitu tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan perusahaan dari menjual satu unit lagi barang yang diproduksinya. Dalam pasar persaingan sempurana berlaku kaedaan berikut harga = hasil penjualan rata-rata = hasil penjualan marginal.
·         Hasil Penjualan Total
            Seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barang yang diproduksinya dinamakan hasil penjualan total(TRàTotal Revenue). Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknyan jumlah barang yang dijual perusahaan. Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik 0. [15]

(i)Kurva permintaan
 

0
 

Q
 

P
 

3000
 

6000
 

d 0= AR0=MR0
 

d 1 =AR1=MR1
 
                                                                                                    




















(ii) Kurva Hasil Penjualan
 

0
 

TR0
 

TR1
 

A2
 

A1
 

10
 

Q
 

P
 

3000
 

6000
 
                                                                                                    










D.    Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek , output yang dihasilkan produsen dapat ditambah  atau dikurangi dengan jalan menambah atau mengurangi jumlah input variable yang digunakan. Dalam jangka pendek perusahaan hanya dapat menyesuaikan jumlah outputnya  dengan suasana yang terjadi di pasar ; sejauh tingkat output yang mungkin dapat dihasilkan dengan peralatan kapital (input tetap) yang ada . perusahaan yang rasional akan menyesuaikan jumlah sampai ketingkat output yang menghasilkan keuntungan maksimum (kerugian minimum).[16]
Penetuan titik keseimbangan produsen pada dasarnya ada dua cara , yaitu melalui pendekatan penerimaan total pengeluaran total perusahaan dan pendekatan penerimaan batas pengeluaran batas perusahaan.[17]
a.       Penentuan titik keseimbangan produsen jangka pendek pendekatan penerimaan total-pengeluaran total perusahaan.
Keuntungan /kerugian (sering diberi simbol dengan selisih antara penerimaan total yang diproleh produsen dari penjualan output dan pengeluaran total yang dikeluarkan produsen untuk menghasilkan output tersebut. keuntungan maksimum atau kerugian minimum akan terjadi pada tingkat output dimana selisih antara penerimaan dan pengeluaran produsen mencapai maksimal (atau selisih antara pengeluaran dan penerimaan produsen mencapai minimal).
b.      Penentuan titik keseimbangan produsen jangka pendek pendekatan penerimaan batas-pengeluaran batas.
Yang di maksud dengan penerimaan batas produsen
(marginal revenue) adalah perubahan penerimaan total produsen yang diakibatkan oleh perubahan 1 satuan output penjualan. Penerimaan batas produsen pada setiap tingkat penjualan dapat ditentukan dengan jalan membagi perubahan penerimaan total produsen dan perubahan output yang terjual. Secara grafis penerimaan batas pada setiap tingkat output ditunjukan oleh lereng (slope)dari kurva penerimaan total. Apabila kurva permintaan berbentuk linier dan berlereng negatif , maka agar produsen dapat menjual 1 satuan output lebih banyak ia harus menurunkan harga
MR=Pn+1-(Pn-Pn+1)Qn


D
 

SS
 

D’
 
                                                  

harga
 

Kuatitas
 

D
 

E
 

E’
 

SS

 

D’

 
                                                                                                                      






PC
 
 


e
 
                                                                                                                      

PA
 

P=MR
 

Q
 

O
 

Qe
 
 






8.3.jpg
Penjelasan diagram 8.3 dan 8.4 : • Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q*.  • Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).  • Karena biaya rata-rata lebih kecil dari harga, dari setiap unit output perusahaan memperoleh laba sebesar BE per unit.  • Jika output lebih kecil dari Q*, misalnya Q1, penerimaan marjinal (MR = P) lebih besar dari biaya marjinal (MC), sehingga lebih menguntungkan bagi penamhaan menambah output. • Bila output lebih besar dari Q*, MC sudah lebih dari MR. Penambahan output akan mengurangi laba. Karena itu laba maksimum tercapai hanya bila MR = MC, pada saat jumlah output adalah Q*.
Materi 8. Pasar Persaingan Sempurna  4
• Karena biaya rata-rata (AC) lebih kecil dari harga (P), untuk setiap unit output yang terjual diperoleh laba sebesar BE. Laba total yang diperoleh sama dengan Q* dikali BE atau sama dengan luas bidang APEB. Laba ini disebut laba super normal (super normal profit). • Diagram 8.3 hanya menjelaskan satu kemungkinan, yaitu laba maksimum. • Masih ada dua kemungkinan yang dialami perusahaan, yaitu impas dan rugi.  • Kondisi impas terjadi bila biaya rata-rata sama dengan harga, di mana laba per unit sama dengan nol, seperti digambarkan dalam Diagram 8.4. Keadaan seperti ini dinamakan sebagai laba normal (normal profit).

Kondisi impas terjadi bila biaya rata-rata sama dengan harga, di mana laba per unit sama dengan nol, seperti digambarkan dalam Diagram 8.4. Keadaan seperti ini dinamakan sebagai laba normal (normal profit).

Diagram 8.5 menunjukkan bahwa pada saat MR — MC perusahaan mengalami kerugian sebesar BE per unit.  • Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum (minimum loss). Bila perusahaan memproduksi kurang dari Q* (misal Q1), kerugian per unit menjadi lebih besar (CD > BE).  • halnya kerugian total, yang secara grafis terlihat dari luas PKDC > luas PAEB. Bila output lebih besar dari Q*, kerugian per unit bisa menjadi lebih kecil (bila memproduksi Q2 atau lebih besar (bila memproduksi Q3), tetapi kerugian total lebih besar dibanding jika memproduksi sebanyak Q*



E.     Keseimbangan Jangka Panjang
a.       Keseimbangan jangka panjang. Bagi perusahaan.

Sebuah perusahaan dikatakan berada dalam keseimbangan jangka panjang apabila perusahaan tertentu telah menyesuaikan skala perusahaan yang kan ia gunakan dengan skala perusahaan dimana ongkos produksi rata-rata jangka panjang berada pada titik minimum.[18]
Dan ia bersinggungan dengan kurva permintaan yang terjadi dipasar .dalam priode jangka panjang ,produsen hanya dimungkinkan untuk menerima sekedar keuntungan normal (normal profit). Keseimbangan jangka panjang Jika modal dan semua input yang lain berubah-ubah dan ada kebebasan bagi perusahaan-perusahaan untuk keluar dari dan masuk ke industri yang bersangkutan.[19]
Diagram 8.6.a menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E0 di mana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0; • Pada saat itu keseimbangan perusahaan digambarkan pada Diagram 8.6.b (perhatikan kurva SMC, LMC, SAC dan LAC berpotongan di satu titik, yaitu titik E) dengan output Q*;
Materi 8. Pasar Persaingan Sempurna  6

• Jika ada perusahaan yang masuk, akan terjadi penambahan penawaran. Diagram 8.6.a menunjukkan kurva penawaran bergeser ke kanan (S0 ke S1); • Keseimbangan baru terjadi di titik E1, di mana harga keseimbangan P1 dan output sebanyak Q1. Sebelum ada perusahaan yang masuk, pada tingkat harga P1 jumlah output yang ditawarkan hanya Q2; • Selisih Q1 - Q2 adalah akibat penambahan kapasitas produksi yang berasal dari perusahaan yang masuk; • Tetapi pada tingkat harga P1 ada perusahaan-perusahaan yang tidak dapat bertahan, karena harga jual lebih kecil dari biaya produksi per unit (P1 < AC); • Lagi pula jika output ditambah, kerugian bertambah besar (jarak SMC - P1 makin besar); • Keluarnya perusahaan menyebabkan penawaran tingkat industri berkurang, misalnya sampai ke kurva S2 (Diagram 8.6.a) yang menaikkan harga menjadi P2. Bagi perusahaan secara individu, keadaan ini sangat menguntungkan, karena perusahaan memperoleh laba super normal (P2 > AC). Hal ini akan menarik perusahaan-perusahaan lain untuk masuk ke dalam industri; • Gerakan masuk-keluar akan berhenti bila keseimbangan kembali ke titik E, sehingga perusahaan dalam industri hanya menikmati laba normal. Hal ini dikarenakan adanya asumsi free entry and exit;


F.      Penawaran Perusahaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna
Walaupun perusahaan secara individual tidak punya kendali atas harga pasar persaingan sempurna , namun harga pasar untuk suatu industri yang kompetitif di tentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Kurva permintaan industri secara total adalah suatu penjumlahan kuantitas-hilangproduk yang akan dibelipara pembelisecara individual pada masing-masing tingkat harga, sedangkan kurva penawaran industri adalah penjumlahan kuantitas-kuantitas produk yang akan dijual perusahaan-perusahaan secara individual pada tingkat harga yang berbeda-beda.[20] Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan perkaitan antara harga sesuatu barng tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.kurva MC perusahaan tersebut mempunya sifat yang sama dengan kurva penawaran, yaitu ia menggambarkan bagaiman perubahan harga kan mempengaruhi produksi (barang yang ditawarkan ) perusahaan tersebut.




(ii) Kurva Penawaran


 


                                                                                                                      







                           S



Diagram 8.7.a menunjukkan jika harga di bawah P0, perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variabel per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC); • Jika harga naik ke P1, agar mencapai laba maksimum perusahaan berproduksi pada saat MR= MC atau MR = P, sehingga jumlah output adalah Q1; • Jika harga jual terus meningkat, misalnya ke P2, P3 dan P4, maka perusahaan harus memproduksi Q2, Q3 dan Q4 agar mencapai laba maksimum; • Kurva  MC menunjukkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang diproduksi (ditawarkan); • Dengan demikian dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran perusahaan jangka pendek (Diagram 8.7b); • Dapat disimpulkan bahwa dalam pasar persaingan sempurna, meskipun perusahaan menderita rugi, selama P masih di atas AVC, sebaiknya perusahaan tetap berproduksi karena kerugian yang diderita masih lebih kecil dari FC yang harus dikeluarkan apabila perusahaan tidak berproduksi;  • Kalau berproduksi, berarti sebagian dari FC masih dapat tertutup. Namun, bila P di bawah AVC, maka sebaiknya perusahaan tidak berproduksi, karena kalau tetap berproduksi kerugian lebih besar dari FC. 


G.    Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
Keadaan pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak digunakan sebagai pemisalan di dalam analisis ekonomi. Kebanyakan analisis ekonomi menganggap bahwa persaingan sempurna adalah struktur pasar yang lebih idealdari jenis-jeis pasar lainnya. Ini disebabkan pleh beberapa kebaikan dari pasar persaingan sempurna. Namun demikian ia juga mempunyai bebrapa keburukan. Sebagai penutup kepada uraian mengenai pasar persaingan sempurna , dalam bagian ini akan diperhatikankebaikan dan keburukan pasar tersebut.
-          Persaingan sempurna memaksimumkan efesiensi
Sebelum menerangkan kebaikan pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut efisiensi , terlebih dahulu akan di terangkan dua konsep efisiensi : efesiensi produktif dan efisiensi alokatif. Seterusnya melalui kedua konsep efisiensi ini , akan diterangkan kebaikan pasar persaingan sempurna kalau dibandingkan dengan bentuk pasar lainnya.
Efesiensi produktif untuk mencapai efesiensi produktif harus dipenuhi dua syarat yang pertama, untuk setiap tingkat produksi ,biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum.untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat iniharus dipenuhi pada setiap produksi . syarat yang kedua, industri secara keselurhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah
Efesiensi Alokatif
 Untuk melihat apakah efisiensi alokatif di capai atau tidak , perlulah dilihat apakah alokasi sumber-sumber daya ke berbagai kegiatan ekonomi/produksi telah mencapai tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila di penuhi syarat berikut
-          Harga setiap barang yang sama  dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. berarti untuk setiap kegiatan ekonomi , produksi harus terus dilakukan sehinga tercapai keadaan dimana harga=biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macambarang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat .
         Menurut Sadono sukirno dalam buku nya yang berjudul “Mikroekonomi Teori Pengantar “ Pasar Persaingan sempurna memiliki kebaikan dan keburukan sebagai berikut
Kebaikan :
1.      Memaksimumkan efesiensi
2.      Tingkat kebebasan bertindak dan memilih tinggi
3.      Menciptakan distribusi pendapatanyang lebih baik
Kelemahan :
1.      Tidak menggalakkan inovasi
2.      Adakalanya menimbulkan biaya sosial
3.      Pilihan konsumen terbatas
4.      Adakalanya biaya produksi lebih tinggi
5.      Adakalnya distribusi pendapatan tidak seimbang[21]


Adapun menurut sumber lain  kelebihan dan kelemahan pasar persaingan sempurna sebagai berikut :
Kelebihan:
    • Pada pasar persaingan sempurna tidak ada yang tersaingi
    • Pada pasar persaingan smepurna penjual tidak memerluka iklan
    • Harga tidak ditentukan oleh satu penjual atau satu pembeli. Harga ditentukan oleh transaksi tawar menawar antara penjual pembeli
    • Pembeli dan penjual bertidnak bebas
Kelemahan:
    • Tidak ada dana untuk melakukan penelitian atau pengembangan produk.
    • Terbatasnya kebebasan memilih bagi pembeli.
    • Pekerja menerima upah atau gaji rendah.
    • Distributi pendapatan yang tidak merata atau tidak seimbang.








DAFTAR PUSTAKA
Sukirno,Sadono.2016.Mikroekonomi Teori Pengantar.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada
Sudarman, Ari.1987.Teori Ekonomi Mikro Jilid 2. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Arsyad, Lincollin.2008.Ekonomi Maanajerial edisi 4.Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Lipsey, Richard G , dkk,. 1994. Pengantar Mikroekonomi. Jakarta : Binarupa Aksara
Nordhaus, Samuelson. 2003. Ilmu Mikroekonomi. Jakarta :  PT. Media Global Edukasi  

























[1] Richard G Lipsey, dkk., Pengantar Mikroekonomi, (Jakarta:Binarupa Aksara, 1994) Hal.4
[2] ibid
[3] Samuelson Nordhaus, Ilmu Mikroekonomi, (Jakarta: PT.Media Global Edukasi, 2003) Hal.336
[4] Ibid.hal.336
[5] Richard G.Lipsey, Loc .cit Hal.4
[6] Ari Sudarman, Teori Ekonomi Mikro Jilid 2, (Yogyakarta: BPFE Yogyakarta,1987),Hal.2
[7] Sadono Sukirno, Mikroekonomi Teori Pengantar, (Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,2016),Hal.231
[8] Sadono Sukirno,Ibid, Hal.232
[9] Ibid,hal.232
[10] Ibid.
[11] Ari Sudarman, op.cit hal. 3
[12] Sadono Sukirno, op.cit Hal.233
[13] Ibid hal.234
[14] Ibid
[15] Ibid, hal.236
[16] Ari Sudarman,op.cit Hal.5
[17] ibid
[18] Ibid hal.30
[19] Samuel nordhaus,Loc.cit Hal.175
[20] Lincolin Arsyad, ekonomi manajerial,(yogyakarta:BPFE-Yogyakarta,2008), hal.342
[21] Sadono Sukirno, op.cit. Hal 262

Aplikasi Wajib Seorang Youtuber Di HP | Aplikasi untuk youtuber pemula di HP

kali ini saya akan kembali dengan Tema YOUTUBER.. hmm.. pekerjaan yang satu ini sedang banyak di gandrungi oleh orang-orang... men...